MUTU
LINGKUNGAN HIDUP
Pengertian
tentang mutu lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar dan pedoman
untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan. Berbicara mengenai lingkungan
pada dasarnya berbicara mengenai mutu lingkungan. Namun dalam hal itu apa yang
dimaksud dengan mutu lingkungan tidaklah jelas, karena tidak diuraikan secara
eksplisit. Mutu lingkungan hanyalah dikaitkan dengan masalah lingkungan,
misalnya pencemaran, erosi dan banjir. Dengan kata lain mutu lingkungan
diuraikan secara negatif, yaitu apa yang tidak kita kehendaki, seperti air
tercemar. Agar kita dapat mengelola lingkungan dengan baik, kita tidak saja
mengetahui apa yang tidak kita kehendaki, melainkan apa yang kita kehendaki.
Dengan demikian kita dapat mengetahui ke arah mana lingkungan itu ingin kita
kembangkan untuk mendapatkan mutu yang kita kehendaki.
Tidak mudah untuk menentukan apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan, oleh karena persepsi orang terhadap mutu lingkungan berbeda – beda. Dengan singkat dapatlah dikatakan mutu lingkungan yang baik membuat orang kerasan hidup dalam lingkungan tersebut. Perasaan itu dikarenakan orang mendapatkan rezeki yang cukup, iklim dan faktor alamiah lain yang sesuai dan masyarakat cocok. Misalnya, seorang karena pekerjaannya harus pindah ke tempat lain, setelah pensiun ia ingin kembali ke tempat semula. Kerasan bukanlah satu atau dua faktor yang terpenuhi dalam satu lingkungan, melainkan adanya integrasi faktor-faktor optimum. Oleh karena itu pengelolaan lingkungan untuk mendapatkan perasaan kerasan, bukanlah suatu maksimalisasi satu atau dua faktor, misalnya maksimisasi rezeki, namun suatu optimisasi banyak faktor yang saling berkaitan secara integrasi. Yang penting bukanlah masing – masing faktor secara sendiri, melainkan totalitas kondisi. Totalitas kondisi itu adalah lebih dari jumlah masing – masing faktor. Oleh karena itu pengelolaan sumber lingkungan bersifat holistik, yaitu memandang keseluruhannya sebagai suatu kesatuan.
RESIKO
LINGKUNGAN YANG TIDAK SEHAT
Siapapun mengidam-idamkan hidup dan tinggal di lingkungan yang bersih
dan sehat. Akan tetapi,tidak semua lapisan masyarakat dapat menikmati hidup di
lingkungan yang bersih dan sehat.Bahkan sebagian besar penduduk di
Indonesia,hidup dalam kemiskinan dan tinggal di lingkungan yang kurang sehat.
Mereka tinggal di pinggir-pinggir kota,di bawah jembatan, di jalanan, serta pinggiran
sungai yang tentunya lingkungannya kurang mendukung untuk kesehatan mereka.
Berbagai penyakit menular dapat muncul dan menyerang mereka,seperti
penyakit diare, thipoid, ISPA serta penyakit kulit. Penyakit-penyakit ini tidak
hanya menyerang mereka yang tinggal di daerah kumuh. Orang yang tinggal di
daerah bersih pun dapat terkena penyakit ini kalau mereka tidak menerapkan
Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS). Sebagai contoh, di wilayah Puskesmas
Ayah I yang lingkungannya tidak kumuh setiap minggunya selalu ada kejadian
diare, klinis thipoid, penyakit ISPA maupun penyakit kulit (gatal-gatal).
Penyakit-penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tidak memandang umur ataupun
jenis kelamin. Biasanya penyakit-penyakit ini lebih dikenal dengan Water Born Disease
(Penyakit-Penyakit yang ditularkan melalui Air).
Lingkungan
yang kumuh juga merupakan tempat yang nyaman untuk berkembangnya vektor,
diantaranya tikus sebagai vektor penyakit leptospirosis.
Meskipun
penyakit-penyakit ini mudah menular,tetapi sebenarnya penyakit ini juga mudah
untuk dicegah jika didukung dengan :
- kemauan dan komitmen yang kuat dari setiap orang,
- tokoh lingkungan tempat tinggal (toma, toga) serta
- pemerintah/instansi terkait.
Penularan
Penyakit Melalui Air
Air adalah mutlak bagi
kehidupan. Tetapi jika kualitas air tidak di perhatikan, maka air dapat menjadi
sumber penyebab penyakit. Air dapat mengandung zat – zat kimia yang berbahaya
untuk kehidupan, bila terdapat pencemaran dengan berbagai sumber alam maupun
sumber kehidupan manusia.Banyak penyakit menular yang bersumber pada air.
Penyakit virus dapat bersumber pada air, seperti radang mata yang sering di
dapat setelah berenang di kolam yang kurang terpelihara. Air selain dapat
menularkan penyakit secara langsung, dapat juga menjadi tempat perindukan
berbagai macam penyakit. Berbagai serangga memerlukan air untuk berkembang biak
seperti nyamuk yang dapat menularkan berbagai macam penyakit.
Tumbuhan air juga dapat menjadi habitat dari faktor penyakit. Keong air yang dapat memerlikan schistosomiasis dari tumbuh – tumbuhan air itu. Tikus dan binatang lainnya yang hidup di sekitar air juga dapat menjadi sumber penyakit manusia, seperti penyakit leptopirosis.
Tumbuhan air juga dapat menjadi habitat dari faktor penyakit. Keong air yang dapat memerlikan schistosomiasis dari tumbuh – tumbuhan air itu. Tikus dan binatang lainnya yang hidup di sekitar air juga dapat menjadi sumber penyakit manusia, seperti penyakit leptopirosis.
Penularan
Penyakit Melalui udara
Penyakit dapat ditularkan dengan
menghirup penyebab penyakit dalam pernafasan. Penyakit influensa dan
tuberkulosis adalah contoh – contoh yang terinfeksi melalui udara. Pencemaran
udara dengan berbagai bahan kimia dapat menyebabkan kerusakan langsung pada
paru – paru. Selain itu dapat menyebabkan iritasi pada paru – paru sehingga
mudah terserangoleh penyakit infeksi sekunder seperti TBC. Selain itu bahan –
bahan kimia ini banyak di duga sebagai penyebab kanker paru – paru misalnya
exhaust fume kendaraan bermotor.
Penularan
Penyakit Melalui Tanah
Air tanah banyak mengandung
penyakit, terutama jika tercemar oleh kotoran manusia dan hewan, baik secara
sengaja maupun tidak sengaja. Penyakit tetanus dapat terjadi jika luka kena
tanah, jika tanah tercemar oleh kotoran hewan atau manusia, yang mengandung
penyebabnya yakni clostridiumtetani. Di dalam tanah juga banyak di temukan
bentuk – bentuk infeksi berbagai parasit. Cacing – cacing perut penyebarannya
melalui tanah, telurnya di keluarkan dengan tinja. Jika sampai di tanah, telur
– telur itu akan tumbuh menjadi bentuk infektif yang sudah siap untuk tumbuh di
dalam badan manusia. Cara penularan dapat terjadi jika telur-telur yang masak
ini tertelan oleh makanan yang tercemar oleh tanah yang mengandung telur tadi
atau memakai tangan yang kotor.
SUMBER :
Santoso, B, 1999, “ilmu lingkungan industri”, Universitas Gunadarma, Depok
Santoso, B, 1999, “ilmu lingkungan industri”, Universitas Gunadarma, Depok
http://dinkeskebumen.wordpress.com/2012/12/11/lingkungan-kumuh-faktor-risiko-masyarakat-tidak-sehat/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar